Resepsi diplomatik Kemerdekaan RI yang diselenggarakan KBRI Buenos Aires pada tanggal 26 Agustus 2008 lalu berlangsung semarak dihadiri sekitar 450 tamu, melebihi dari perkiraan 300 tamu. Wakil Presiden Argentina, yang juga Ketua Senat Argentina, Julio Cobos sedianya akan hadir dalam resepsi kemerdekaan RI tersebut, namun karena masih ada sidang khusus di Senat yang tidak dapat ditinggalkan, beliau mengirim utusan khususnya, Mrs. Jorgelina Beiro untuk hadir dan menyampaikan ucapan selamat kepada KBRI secara khusus melalui surat.
Namun, kemeriahan resepsi tidak berkurang karena masih banyak pejabat tinggi Argentina dan tokoh masyarakat yang hadir, termasuk Wakil Menlu Argentina, Ambassador Victorio Taccetti dan Ketua Komisi Luar Negeri Parlemen Argentina Ruperto Eduardo Godoy. Hadir pula Ketua Delegasi Argentina dalam Komisi Bersama Indonesia-Argentina yang berlangsung pada awal Agustus lalu, Ambassador Rodolfo Rodriguez yang menyampaikan apresiasinya atas upaya KBRI Buenos Aires dalam meningkatkan hubungan kedua negara.
Begitu memasuki ruangan resepsi diplomatik, para tamu yang terdiri dari para pejabat tinggi Argentina, korps diplomatik, pengusaha, jurnalis, akademisi, dan tokoh masyarakat Argentina lainnya disambut oleh gending-gending gamelan yang dimainkan oleh grup gamelan yang terdiri dari masyarakat Argentina dan Indonesia di Buenos Aires.
Nuansa Indonesia langsung terasa di ruangan salon Hotel Hilton yang didekorasi dengan patung-patung pahatan khas Indonesia, boneka-boneka kecil berbusana adat Indonesia serta sejumlah poster promosi wisata Indonesia. Di salah satu sisi ruangan dipasang video promosi wisata Indonesia. Sementara itu di depan pintu masuk, ratusan brosur wisata Indonesia yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Spanyol dibawa pulang oleh para tamu yang tampak berminat besar untuk mengetahui lebih jauh tentang Indonesia. Suasana semakin meriah ketika grup penari remaja KBRI Buenos Aires menampilkan tarian Saman yang disambut dengan applause panjang para penonton. Koordinasi gerak tubuh para penari yang luar biasa mengundang decak kagum para tamu yang sebagian di antaranya berusaha meniru-niru gerakan para penari. Koordinasi dan eratnya kerjasama antar para penari belia yang terdiri dari remaja Indonesia dan Argentina tersebut menyimbolkan kuatnya hubungan kerjasama antara Indonesia dan Argentina yang telah berlangsung selama 52 tahun. Setelah tampilnya grup penari Saman, panggung kembali diisi dengan gamelan Jawa mengiringi para tamu menikmati hidangan khas Indonesia seperti nasi goreng, mi goreng dan sate.
Kemeriahan acara resepsi ini diliput oleh salah satu program TV setempat Acercando Naciones. Dubes Sunten Z. Manurung diwawancarai secara khusus oleh pembawa acara TV tersebut, Jorge Tuero mengenai perkembangan hubungan Indonesia-Argentina dan situasi di Indonesia saat ini. Dubes RI menjelaskan bahwa hubungan yang sudah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan di berbagai bidang dengan berbagai kalangan, bukan hanya dengan pemerintah, tetapi juga dengan Parlemen, pengusaha, akademisi, kalangan media, seniman, penggiat olahraga dan masyarakat umum, baik di pusat maupun daerah.
Resepsi diplomatik hari Kemerdekaan RI ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan KBRI Buenos Aires yang sebelumnya diisi dengan pertandingan olahraga antar masyarakat Indonesia di Argentina yang berlangsung sepanjang bulan Juli 2008 dan upacara bendera serta ramah tamah masyarakat Indonesia yang dilaksanakan tepat pada tanggal 17 Agustus 2008. Resepsi kemerdekaan RI yang dihadiri banyak tokoh masyarakat berpengaruh di Argentina serta diliput media massa setempat ini diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia di Argentina.
Anda ingin selalu mendapat berita terbaru?






Dalam bahasa Spanyol?







