Para peserta Kongres Kelima Asosiasi Tenaga Medis Katolik se-Amerika Latin terpukau kelincahan dan kekompakan para penari KBRI Buenos Aires dalam salah satu penampilannya di Colegio Champagnat, Buenos Aires pada 17 Oktober 2009 yang lalu. Penampilan para penari asuhan instruktur tari Sudiharto dan Rendy Pangemanan dibuka dengan tari Rantak oleh tujuh penari remaja KBRI Buenos Aires. Selanjutnya para
penonton disuguhi tari Topeng yang ditampilkan secara apik oleh Bapak Sudiharto. Sebagai puncaknya tim tari KBRI yang terdiri Santiago Gaston Vivas, Setiawaty Laukon, Astrid Wasistyanti, Rully Nurzaman, Billy Winangun, Martinus Manurung dan Sofia Gonzalez, mempersembahkan tari Saman yang tidak hanya menampilkan kekompakan dan kelincahan para penari tapi juga kecepatan dalam setiap gerakannya.
Kongres kelima Asosiasi tenaga Medis Katolik ini diadakan oleh Federación de Asociaciones Médicas Católicas Latino Americanas (FAMCLAM) dan berlangsung selama tiga hari (16-18 Oktober 2009). Peserta kongres ini terdiri dari para ahli dalam bidang kesehatan, yaitu dokter, perawat, psikolog, psikiater, ahli kimia, relawan serta pastor dan suster dengan berbagai spesialisasi yang antara lain berasal dari Argentina, Peru Chili, Brazil dan dari Spanyol.
Selain menampilkan tari-tarian Indonesia, Ibu Herawaty Manurung istri dari Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguay dan Uruguay, Bapak Sunten Z. Manurung, juga berpartisipasi sebagai pembicara dalam kapasitasnya sebagai seorang psikolog. Dalam kesempatan ini Ibu Herawaty Manurung mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Psychology and its Role in Indonesia” mengenai sejarah perkembangan penerapan ilmu psikologi di Indonesia yang berakar dari teori-teori psikologi Eropa. Disebutkan bahwa di lapangan tidak semua teori psikologi modern dari barat dapat diterapkan di Indonesia karena keragaman latar belakang masyarakat Indonesia. Hal tersebut menyebabkan harus dilakukan modifikasi dalam penerapan teori psikologi modern sehingga dapat diterima dan sesuai dengan masyarakat Indonesia.
Keberagaman latar belakang tersebut juga merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh para psikolog Indonesia. Ibu Herawaty Manurung yang merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan berpengalaman dalam berbagai konseling psikologi, juga memaparkan mengenai bidang-bidang aplikasi ilmu psikologi di Indonesia seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak-anak, serta penelitian. Dalam perkembangannya di Indonesia, ilmu psikologi juga telah digunakan secara luas untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat seperti bantuan dan dukungan psikologi terhadap masyarakat Aceh korban tsunami tahun 2004, kerja sama dengan kepolisian dalam memahami prilaku teroris dan membantu polisi dalam pengembangan metode interogasi.
Meskipun bukan merupakan bagian dari asosiasi ini, kehadiran Indonesia baik melalui pentas budaya maupun presentasi mengenai dunia psikologi Indonesia memberikan warna tersendiri dan tentunya membuat nama Indonesia semakin dikenal di kalangan peserta kongres khususnya dan publik Argentina pada umumnya. (PEN/DL)
Anda ingin selalu mendapat berita terbaru?
DPS Pilpres PPLN Buenos Aires
Iklan Radio - Pemilu Versi Centang
Formulir Aplikasi Visa
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-2/PJ/2009
versi cetak
Dalam bahasa Spanyol?