Memperkenalkan Indonesia ... Wafatnya Mantan Presiden RI ...

Bukan tanpa alasan Suster Fabiana, salah satu perawat di Sanatorio Mater Dei,  meminta Tim Saman KBRI Buenos Aires untuk tampil pada peringatan Dia de la Enfermeria (Hari Perawat) di rumah sakit tersebut. Tari Saman yang dikenal juga sebagai tarian seribu tangan dianggap menyimbolisasikan kerja para perawat dimana tangan-tangan mereka bekerja untuk suatu tujuan yang sama sehingga menciptakan suatu harmoni. Kerja sama dan harmonisasi yang diibaratkan dengan tangan bergandengan merupakan tema peringatan Hari Perawat tahun ini.

Dalam rangka hari perawat tersebut, Sanatorio Mater Dei mengadakan in house training yang selain berisikan hal-hal bersifat peningkatan keahlian keperawatan, juga mencakup peningkatan motivasi. Dalam hal ini, penampilan tari saman dianggap dapat mewakili dan memberikan pencerahan dan inspirasi bagi para perawat. Kekompakan Tim saman KBRI Buenos Aires yang terdiri dari Rendy Pangemanan,   Sintia Laukon, Santiago G. Vivas, Billy Winangun, Rully Nurzaman, Sofia Gonzalez, Martinus Manurung, Carla Casal, Cristian dan Ratna Chen memukau para perawat yang hadir. Tepukan tangan dan nyanyian yang menciptakan irama dan harmonisasi menjadi mewakili ribuan tangan para perawat yang bekerja untuk membantu para pasien. Simbolisasi tangan ini kemudian dimaknakan sebagai terima kasih yang disampaikan oleh para pasien kepada para perawat dimana disebutkan antar lain ”kamu penting bagi saya” atau saya “memiliki dua tangan, kamu menunjukan pada saya betapa bernilainya kedua tangan tersebut dengan membantu orang lain”.

Kata-kata tersebut memberikan motivisasi dan pencerahan bagi para perawat dalam pekerjaannya. Demikian pula halnya irama tarian saman yang memberikan inspirasi baru akan pemaknaan kerja para perawat. (D/L)

 


versi cetak  versi cetak