Indonesia - Argentina
Sejak peresmian hubungan diplomatik Indonesia – Argentina pada tahun 1956, hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang cukup baik. Di bidang politik, Indonesia dan Argentina menunjukkan kerjasama yang kuat dan saling mendukung dalam berbagai forum internasional. Pada tanggal 21-26 Mei 1959, Presiden pertama Indonesia Soekarno berkunjung ke Argentina dan kunjungan ini masih dikenang oleh masyarakat setempat sampai sekarang.
Hubungan bilateral menunjukkan grafik yang semakin membaik khususnya setelah kunjungan Menlu RI, Hassan Wirajuda ke Argentina pada bulan Agustus 2007 yang didampingi sejumlah pejabat tinggi Deplu. Di bidang sosial budaya, kedua negara telah menjalin berbagai kerjasama pendidikan dan kebudayaan. Setiap tahunnya mahasiswa Argentina terpilih untuk menerima beasiswa Darmasiswa dan belajar mengenai kebudayaan Indonesia. Kerjasama di bidang pendidikan masih dapat terus ditingkatkan dan saat ini sedang dijajaki kerjasama antar universitas ternama di kedua negara, baik untuk pertukaran pelajar, dosen maupun untuk kerjasama riset dan pembukaan pusat studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Spanyol di masing-masing negara.
Selain di bidang pendidikan, kerjasama juga perlu dikembangkan di sektor olahraga, khususnya sepakbola. Sebagai negara yang mempunyai tradisi sepakbola yang kuat, Argentina dapat dijadikan percontohan bagi sistem pelatihan sepakbola di Indonesia. Pada tahun 2007, Argentina menjadi tempat pelatihan pemain sepakbola junior Indonesia dalam persiapan menuju SEA Games 2007. Di lain pihak, Indonesia dapat menawarkan pelatihan bulu tangkis yang merupakan olahraga yang masih kurang diakrabi oleh masyarakat Argentina.
Di sektor pariwisata, kerjasama dapat dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya menyambut Visit Indonesia Year 2008. KBRI Buenos Aires selama ini telah aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pentas budaya dan promosi wisata untuk menarik minat wisatawan lokal serta wisatawan asing yang kebetulan sedang ada di Argentina untuk berkunjung ke Indonesia.
Di bidang ekonomi, setelah krisis ekonomi Argentina pada tahun 2001 yang sempat mengurangi nilai perdagangan antara kedua negara, pada tahun 2002 perlahan volume perdagangan kedua negara mulai membaik. Pada tahun 2006 ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 164,17 juta dollar membaik sebesar 37,55% dibanding dengan nilai ekspor pada tahun 2005. Sementara ekspor Indonesia meningkat, impor Indonesia dari Argentina pada tahun 2006 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2005 dengan nilai impor tahun 2006 sebesar US$ 362.80 juta. Sampai dengan November tahun 2007, ekspor Indonesia ke Argentina telah mencapai angka 166.66 juta dollar sedangkan impor Indonesia mencapai 402,22 juta dollar, sehingga total volume perdagangan Indonesia-Argentina sampai dengan November 2007 mencapai 568,88 juta dollar atau meningkat sekitar 7,95% dari volume tahun sebelumnya.
|
NERACA PERDAGANGAN INDONESIA-ARGENTINA (DALAM JUTAAN US$) |
|||||
|
Tahun |
Ekspor |
Impor |
Saldo |
Volume |
% |
|
2003 |
55,68 |
72,07 |
-16,39 |
127,76 |
|
|
2004 |
83,19 |
329,99 |
-246,8 |
413,19 |
223,41% |
|
2005 |
119,35 |
378,72 |
-259,38 |
498,08 |
20,51% |
|
2006 |
164,17 |
362,80 |
-198,62 |
526,98 |
5,8% |
|
2007* |
166,66 |
402,22 |
-235,55 |
568,88 |
7,95% |
|
Sumber: Badan Pusat Statistik (diolah Pusdata Dep. Perdagangan) * s.d. November 2007
|
|||||
Produk utama ekspor Indonesia ke Argentina antara lain adalah karet alam, benang filamen sintetik, kain berbuluh, dirajut atau dikait, printer, benang dari serat stapel sintetik, sel primer dan baterai primer, kain tenun dari benang filamen sintetik, nanas kalengan dan plastik karet.
Sedangkan produk impor utama Indonesia dari Argentina adalah bungkil, ampas padat hasil ekstraksi minyak kacang kedelai, kacang kedelai, pecah atau utuh, biji jagung, buluh pipa dan bentuk berongga, tanpa kampuh dari besi atau baja, serta ikan kering.
Meskipun volume perdagangan terus meningkat, tetapi sampai saat ini posisi surplus masih ada di pihak Argentina. Hambatan yang selama ini dikeluhkan para eksportir adalah masalah jarak yang terlalu jauh. Namun semestinya hal ini tidak menjadi kendala karena dengan teknologi yang ada sekarang ini masalah jarak dan waktu tidak lagi menjadi hambatan. Faktor lain yang menjadi kendala adalah adanya tuduhan dumping. Namun, tuduhan ini sudah disanggah oleh Perwakilan RI di Buenos Aires yang menjelaskan kepada Pemerintah setempat bahwa produk Indonesia memang mempunyai harga dasar yang relatif murah dibandingkan produk negara lain dengan kualitas yang cukup baik.
Melihat peluang yang ada saat ini, masih banyak produk Indonesia yang perlu dipromosikan untuk masuk ke pasar Argentina. Dengan penduduk sekitar 40 juta jiwa dan pendapatan per kapita yang tinggi serta jumlah penduduk kelas menengah dan atas yang cukup tinggi, Argentina merupakan pasar besar yang cukup menarik dan belum sepenuhnya digarap oleh para eksportir Indonesia. Selama ini sumber utama impor Argentina adalah dari negara-negara kawasan Amerika Latin sesama anggota MERCOSUR dan negara-negara Eropa. Sedangkan negara Asia yang sudah aktif melakukan perdagangan dengan Argentina antara lain RRC, Jepang dan Korea. Oleh karena itu peluang ekspor Indonesia masih terbuka lebar di negara ini, khususnya untuk produk-produk tertentu yang selama ini menjadi spesialisasi negara-negara Asia.
Salah satu ekspor andalan Indonesia ke Argentina adalah produk furniture. Kualitas furniture Indonesia yang tinggi dan desainnya yang menarik membuat produk furniture asal Indonesia mempunyai harga jual yang tinggi dan banyak dicari masyarakat kelas menengah dan atas Argentina. Selain furniture dan kerajinan tangan khas Indonesia yang mulai banyak digemari masyarakat setempat, peluang lain yang cukup besar adalah untuk produk elektronik, tekstil, kendaraan bermotor dan sparepartnya, komputer, dan produk-produk komoditas, seperti kopi, cokelat dan lain-lain.
Di lain pihak Argentina juga bisa menjadi sumber impor utama Indonesia untuk beberapa produk tertentu seperti kedelai dan daging sapi. Argentina merupakan salah satu negara produsen kedelai terbesar dunia yang sebagian besarnya diperuntukkan bagi pasar ekspor. Sekitar 40% dari ekspor kedelai Argentina ini ditujukan untuk pasar RRC.
KBRI Buenos Aires bekerjasama dengan berbagai instansi terkait baik di Indonesia maupun di Argentine terus berusaha mendorong masuknya berbagai produk ekspor andalan Indonesia ke pasar Argentina. Untuk meningkatkan hubungan perekonomian kedua Negara, Indonesia dan Argentina telah menandatangani sejumlah perjanjian di bidang perdagangan antara lain Persetujuan Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan antara Kadin Indonesia dan Confederacion General Economia Argentina yang ditandatangani pada tahun 1990, dan MOU antara BPEN, Depperindag dan Fundacion Exportacion de Argentina yang ditandatangani pada tahun 1996.
Pada tahun 2004 dan 2006, KBRI Buenos Aires mengkoordinir Promosi Terpadu Indonesia untuk mempromosikan berbagai potensi ekonomi dan wisata yang dimiliki Indonesia. Selain melalui Promosi Terpadu, KBRI juga aktif mempromosikan Indonesia melalui berbagai pameran dan seminar bekerjasama dengan berbagai instansi terkait dan beberapa Pemda di Indonesia dan Argentina. Guna mengeksplorasi lebih jauh potensi yang dimiliki kedua negara dan kerjasama yang bisa dikembangkan, pada bulan Juli 2008, akan berlangsung Komisi Bersama RI-Argentina yang akan berlangsung di Bali.
Kerjasama dan koordinasi antara pengusaha Indonesia dengan Departemen terkait di Indonesia, bekerjasama dengan Deplu diharapkan dapat terjalin kuat untuk dapat menembus pasar Argentina ini. KBRI Buenos Aires akan membantu semaksimal mungkin bagi upaya ini. Bagi pengusaha ekspor/impor Indonesia yang tertarik untuk mengembangkan bisnis dengan Argentina dapat menghubungi KBRI Buenos Aires di telpon No. 0054-11-48072211 atau faksimil No. 0054-11- 48024448 dan email emindo@tournet.com.ar.
Anda ingin selalu mendapat berita terbaru?
DPS Pilpres PPLN Buenos Aires
Iklan Radio - Pemilu Versi Centang
Formulir Aplikasi Visa
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-2/PJ/2009
Dalam bahasa Spanyol?