Indonesia - Uruguay

Hubungan Bilateral Indonesia-Uruguay

 

 

Hubungan diplomatik Indonesia dan Uruguay dibuka sejak tahun 1965. Namun, sebelum itu Presiden Indonesia pertama Soekarno pernah melakukan kunjungan ke Uruguay pada bulan Mei 1959 dalam rangkaian kunjungannya di negara-negara Amerika Latin. Kedutaan Besar RI untuk Uruguay berkedudukan di Buenos Aires, Argentina. Guna membantu dan mendukung tugas KBRI Buenos Aires dalam hubungannya dengan Uruguay, pada tanggal 14 April 1992 Pemerintah Indonesia mengangkat Konsul Kehormatan RI untuk Uruguay. Sedangkan Kedutaan Besar Uruguay untuk Indonesia berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia. Sejak dibukanya hubungan diplomatik maka hubungan bilateral maupun multilateral kedua negara terus terpelihara dengan baik, saling menghormati serta menguntungkan.

 

Di bidang ekonomi, total perdagangan antara Indonesia dan Uruguay masih relatif kecil dan dengan potensi yang ada, terbuka peluang bagi peningkatan hubungan lebih lanjut. Total perdagangan antara kedua negara dari tahun 2000 hingga tahun 2005 cukup berfluktuasi. Pada tahun 2006, ekspor Indonesia ke Uruguay mencapai 4,73 juta dollar dan impor Indonesia sebesar 1,47 juta dollar. Sampai dengan November 2007, volume perdagangan kedua negara tercatat mencapai 7,54 juta dollar atau meningkat sekitar 21,61% dari tahun sebelumnya, dengan ekspor Indonesia mencapai angka 6,52 juta dollar.

 

Komoditi ekspor Indonesia ke Uruguay yang menonjol adalah kawat, kabel diisolasi dan kabel konduktor isolasi lainnya, pasta kakao, alas kaki dengan bagian atas dari bahan tekstil, pesawat penerima siaran televisi, alat penerima siaran radio, kelapa, kacang brasil dan biji mete, segar atau kering, mesin dan aparat penyaring dan pemurnian untuk barang cair dan gas.

 

Komoditi impor utama Indonesia dari Uruguay adalah kulit samak dari binatang lainnya tanpa bulu, buah jeruk (segar atau kering), kayu digergaji atau dibelah membujur, irisan atau dikuliti, susu dan kepala susu dipekatkan atau mengandung tambahan gula, kain tenunan dari sutera atau limbah sutera air yang tidak bertulang belakang, jeruk segar, kain tenun dari wol disisir atau dari bulu hewan halus disisir, kulit berbulu disamak atau diolah.

 

 

NERACA PERDAGANGAN INDONESIA-URUGUAY

(DALAM JUTAAN US$)

Tahun

Ekspor

Impor

Saldo

Volume

%

2003

3,86

2,35

1,51

6,21

2004

3,99

2,17

1,83

6,17

-0,64%

2005

4,79

1,27

3,52

6,05

-1,94%

2006

4,73

1,47

3,26

6,20

2,48%

2007*

6,52

1,02

5,51

7,54

21,61%

Sumber: Badan Pusat Statistik (diolah Pusdata Dep. Perdagangan)

* s.d. November 2007

 

Sumber: Badan Pusat Statistik (diolah Pusdata Dep. Perdagangan) * s.d. November 2007

 

 

Pada kunjungan kerja Direktur Amselkar ke Montevideo, Uruguay, pada bulan Mei 2006, telah diadakan pertemuan dengan pihak Kadin Uruguay. Dalam kesempatan tersebut pihak Kadin Uruguay bersedia membantu Indonesia untuk promosi dagang di Uruguay. Pada bulan November 2007, Sekjen Departemen Perindustrian yang didampingi beberapa wakil dari perusahaan besar Indonesia melakukan kunjungan khusus ke Uruguay. Selain mengadakan pertemuan khusus dengan berbagai pihak terkait di Uruguay, dalam kunjungan tersebut mereka juga berpartisipasi dalam seminar yang diadakan KBRI Buenos Aires di ibukota Uruguay, Montevideo. Melalui seminar tersebut berhasil diidentifikasi berbagai peluang potensi kerjasama yang bisa dikembangkan kedua negara, hambatan dan kendala yang dihadapi serta solusinya.

 

 

Saat ini kedua negara berupaya untuk menuntaskan draft Persetujuan bilateral di bidang Kerjasama Ekonomi dan Teknik untuk dijadikan sebagai payung kerjasama yang dapat dijadikan acuan bagi peningkatan hubungan kerjasama ekonomi dan perdagangan bilateral. Draft saat ini sedang berada di pihak Indonesia. Diharapkan bila persetujuan ini selesai ditandatangani, kerjasama perdagangan kedua negara dapat semakin meningkat.

 

Berdasarkan data dari Bank Sentral Uruguay, pada tahun 2006 impor Uruguay di sektor otomotif dan peralatan rumah tangga meningkat tajam masing-masing sebesar 28% dan 29%, menandai kebutuhan masyarakat yang meningkat seiring dengan perbaikan ekonomi Uruguay. Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai produk ekspor yang berkualitas di bidang produk rumah tangga dan otomotif dapat memanfaatkan peluang ini. Bagi pengusaha ekspor/impor Indonesia yang tertarik untuk mengembangkan bisnis dengan Paraguay dapat menghubungi KBRI Buenos Aires di telpon No. 0054-11-48072211 atau faksimil No. 0054-11- 48024448 dan email emindo@tournet.com.ar.